Selasa, 07 Juni 2011

Peran Media dalam Pembelajaran

A.    Peran  media dalam Pembelajaran
Menurut Ensiclopedi of Educational Reseach, nilai atau manfaat media pendidikan adalah sebagai berikut :
a.      Meletakan dasar-dasar yang kongkret untuk berpikir sehingga mengurangi verbalitas.
b.     Memperbesar perhatian siswa.
c.      Meletakan dasar yang penting untuk perkembangan belajar oleh karena itu  
pelajaran lebih mantap.
d.     Memberikan pengalaman yang nyata.
e.      Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan continue.
f.       Membantu tumbuhnya pengertian dan dengan demikian membantu perkembngan bahas
g.     Memebrikan pengalaman yang tidak diperoleh dengan cara yang lain.
h.     Media pendidikan memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara guru dan murid.
i.        Media pendidikan memberikan pengertian atau konsep yang sebenarnya secara realita dan teliti.
j.       Media pendidikan membangkitkan motivasi dan merangsang kegiatan belajar[2]
Menurut, Yusuf Hadimiarso, dalam bukunya Menyemai Benih Teknologi Pendidikan menjelaskan bahwa berbagai kajian teori maupun praktek menunjukan tentang kegunaan media dalam pembelajaran sebagai berikut :
a. Media mampu memberikan rangsangan yang bervariasi kepada otak kita, sehingga otak kita dapat berfungsi secara optimal. Penelitian yang dialakukan oleh Roger W. Sperry, Pemenang hadian nobel tahun 1984, menunjukan bahwa belahan otak sebelah kiri merupakan kedudukan tempat kedudukan pikiran yang bersifat verbal, rasional, analitikan dan konseptual. Belahan ini mengontrol wicara. Belahan otak sebelah kanan merupakan perlu diberikan rangsangan kedudukan pikiran visual, emosional, holistik, fisikal, spatial, dan kreatif. Belahan bagian kanan ini mengontrol tindakan. Pada suatu saat hanya salah satu belahan saja yang dominan.  Rangsangan pada salah satu belahan saja secara berkepanjangan akan menyebabkan ketegangan. Karena itu salah satu implikasi dalam pembelajaran ialah kedua belahan perlu diberikan rangsangan secara bergantian dengan rangsangan audio visual.
b. Media adapat mengatasi keterbatsan pangalaman yang dimiliki oleh para siswa. Pengalaman siswa itu berbeda-beda. Latar belakang keluarga dan lingkungannya menentukan pengalaman macam apa yang dimiliki oleh  siswa. Perbedaan pengalaman anak dapat diatasi dengan media ini. Jika siswa tidak mungkin dibawa ke objek yang dipelajari, maka objeknyalah yang dihadirkan di hadapan siswa melalui media.
c.  Media dapat melampaui batas ruang kelas. Bayak hal yang tidak mungkin untuk dialami di dalam ruang kelas secara langsung oleh para siswa. Misalnya karena objek terlalu besar misalanya candi, stasion dan lain-lain, atau terlalu kecil sehingga tidak bisa diamati dengan mata telanjang. Misalnya bakteri, protozoa dan lain sebagainya. Gerakan terlalu lambat, atau terlalu cepat. Bunyi-bunyi yang halus, objek terlalu kompleks dan alasan-alasan lain.
d. Media memungkinkan adanya interaksi secara langsung antara siswa dan lingkungannya.dan merangsang siswa untuk belajar.
e. Media menghasilkan keseragaman pengamatan. Pengamatan yang dilakukan secara bersama-sama bisa diarahkan kepada hal-hal penting yang dimaksudkan oleh guru.
f.   Media memabangkitkan keinginan dan minat baru bagi siswa.
g. Media membangkitkan motivasi dan merangsang siswa untuk belajar.
h. Media memberikan pengalaman yang integral dan meyeluruh dari sesuatu yang kongkrit maupun abstrak.
i.   Media memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar mandiri.
j.   Media meningkatkan kemampuan keterbacaan baru (new litercy) yaitu kemampuan untuk membedakan objek dan menafsirkan objek, tindakan dan lambang yang tampak baik alami maupun buatan manusia, yang terdapat dalam lingkungan.
k. Media mampu meningkatkan efek sosialisasi yaitu dengan meningkatkan kesadaran akan dunia di sekitarnya.
l.   Media dapat meningkatkan kemampuan ekspresi dari guru maupun siswa.[3]
     Edgar Dale, secara jelas memberi penekanan terhadap pentingnya media     pembelajaran, ini dapat dilihat dari pengalaman Dale (Come of Experience) :
a.      Verbal Symbolis.
b.     Visual Symbolis
c.      Sgn, stick fihure.
d.     Radio and recording.
e.      Still picture.
f.       Education television.
g.     Exhibits.
h.     Studi trips.
i.        Demontrations.
j.       Dramatized experience : plas, puppets, role plying.
k.     Contrived experiences : models, mockups, simulation.
l.       Direct puposefull experience.[4]
Secara umum media mempunyai keguanaan :
a.      Memeprid dengan sumber belajar.
b.     Memperjelas pesan agar tidak verbalitas.
c.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indera.
d.     Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar.
e.      Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual audiotori dan kinestetiknya.
Karakteristik dan kemampuan masing-masing perlu diperhatikan oleh guru
agar mereka dapat memilih media mana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Sebagai contoh, media kaset audio, merupakan media auditif yang mengajarkan topik-topik pembelajaran yang bersifat verbal seperti  pengucapan (pronounciation) bahasa asing. Untuk pengajaran bahasa asing media ini tergolong tepat karena bila secara langsung diberikan tanpa media sering terjadi ketidaktepatanyang akurat dalam pengucapan pengulangan dan sebagainya. Pembuatan media kaset audio ini termasuk mudah, hanya membutuhkan alat perekam dan narasumber yang dapat berbahasa asing, sementara pemanfaatnnya menggunakan alat yang sama pula.
Mengapa perlu menggunakan media dalam pembelajaran ? Pertanyaan yang sering muncul mempertanyakan pentingnya media dalam sebuah pembelajaran. Kita harus mengetahui dahulu konsep abstrak dan kongkrit dalam poembelajaran, krena proses belajar mengajar hakekatnya adalah proses komunikasi, penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Pesan berupa isi/ajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal (kata-kata dan tulisan) maupun non verbal, proses ii dinamakan encoding. Penafsiran simbol simbol komunikasi tersebut oleh siswa dinamakan deconding.
Adakalanya penafsiran berhasil, adakalanya tidak. Ketidakberhasilan dalam memahami apa yang didengar, dibaca, dilihat atau diamati. Ketoidakberhasilan atau penghambat dalam proses komunikasi dikenal dengan istilah barriers atau noise. Semakin banyak verbalisme semakin abstrak pemahamn yang diterima.
Kemajuan media komputer memberikan beberapa kelebihan untuk kegiatan produksi audio visual. Pada tahun-tahun belakangan komputer mendapat perhatian besar karena kemampuannya yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Ditambah dengan tekanologi jaringan dan internet, komputer seakan menjadi primadona dalam kegiatan pembelajaran. Tetapi dibalik kehandalan komputer sebagai media pembelajaran terdapat beberapa persoalan yang sebaiknya menjadi bahan pertimbangan awal bagi pengelola pengajaran berbasis komputer.
a.   Perangkat keras dan lunak yang mahal dan cepat ketinggalan jaman.
b.   Teknologi yang sangat cepat berubah, sangat memungkinkan perangkat yang dibeli saat ini beberapa tahun kemudian akan ketinggalan jaman.
c.    Pembuatan program ang rumit serta dalam pengoperasian awal perlu pendamping guna menjelaskan penggunaannya. Hal ini bisa disiasati dengan pembuatan modul pendamping yang menjelaskan penggunaan dan pengoperasian program.[5]
Teknologi terkini dalam pendidikan adalah dikembangkannnya teknologi multimedia. Pengembangan pemanfaatan komputer dalam proses pembelajaran terakhir menjadi mutimedia merupakan suatu era baru dalam perkembangan media yang harus disambut secara positif. Perangkat komputer yang mampu menyajikan teknologi multimedia yang dapat menggabungkan berbagai media seperti teks, suara, gambar, numeriuc, animasi dan video dalam suatu software digital, telah mengoptimalkan penggunaan seluruh panca indera dalam pembelajaran yaitu pendengaran, penglihatan dan sentuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar